contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

Selasa, 29 Desember 2009




Secara bahasa Android adalah robot yang dibuat menyerupai manusia, baik secara tampilan maupun tingkah laku. Kata ini berasal dari bahasa Yunani "andr-" yang berarti "laki-laki", dan akhiran "-eides", yang berarti "dari spesies; menyerupai" (dari "eidos": spesies).Tetapi bukan itu yang akan kita bahas pada blog ini.Disini saya akan membahs tentang Teknologi android secara garis besar yang sangat berhubungan dengan ponsel-ponsel saat ini.

Android merupakan platform handset terbaru yang sedang dikembangkan oleh Google bersama OHA (Open Handset Alliance) yang anggotanya diantaranya Qualcomm, Intel, NVIDIA, dan Synaptics. Untuk bergerak cepat dalam persaingan next-generation handset, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (Killer Apps). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi akan diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.


Meskipun perangkat yang resmi didistribusikan secara komersial belum ada, Google sudah mempublikasikan SDK android yang bersifat ‘intip’ atau early look (just like open source world, release early-release often hehehe). Platform android sendiri berbasis Linux Kernel 2.6 sedangkan aplikasi yang berjalan di atas platform ini dikembangkan menggunakan JAVA SDK. Aplikasi yang dalam bentuk JAVA class tersebut akan dikonversi agar berjalan di atas DVM (Dalvik Virtual Machine) agar bytecode yang dihasilkan menjadi lebih efisien.

Masuk pada perkembangan ponsel android.Ponsel Android memang masih sedikit. Maklum jumlah produsennya juga terbatas. Sementara ini yang memimpin pasar adalah HTC (walaupun produsen ini baru mengeluarkan satu model, G1).

Namun ternyata Asus juga berminat membuat ponsel Android. Menurut DigiTimes yang mengutip narasumber dari Asus, perusahaan Taiwan itu berencana merilis ponsel Google berbasis Android pertamanya pada semester pertama tahun 2009.

Untuk tahap awal, handset yang mengusung merek Asus itu hanya ditujukan pada pasar domestik Taiwan. Namun beberapa model tertentu juga akan diproduksi untuk pasar luar Taiwan.

Selain Asus, Motorola berminat memproduksi ponsel Android. Menurut Wall Street Journal, CEO Motorola Sanjay Jha mengatakan bahwa perusahaannya akan sepenuh hati merangkul Android dengan sejumlah ponsel baru yang didasarkan pada sistem operasi Google tersebut. Namun ia tidak menyebutkan kapan Motorola akan mulai merilis ponsel-ponsel tersebut.



Untuk mendongkrak inovasinya, Motorola serius menggarap pemanfaatan platform software Android yang diperkenalkan Google. Untuk itu, produsen ponsel asal AS itu berencana merekrut ratusan orang khusus untuk tim pengembang Android.

Kehadiran Android diharapkan dapat memperbaiki citra aplikasi ponsel Motorola dan menjembatani antara kemampuan hardware dengan software. Selama ini, kelemahan ponsel Motorola adalah pada software interface-nya.

Meski model RAZR buatan motorola terjual begitu banyak di seluruh dunia karena modelnya yang menarik, pengguna tidak pernah terkesan dengan aplikasi dan fitur-fiturnya.

Saat ini, sudah ada 50 orang yang masuk dalam tim pengembang Android di Motorola. Bahkan rumor yang berkembang, Motorola akan menambah hingag 350 programmer dalam tim tersebut.

Motorola telah tergabung sebagai anggota Open Handset Alliance (OHA) yang merupakan organisasi penopang Android. Selain Motorola, juga tergabung sejumlah produsen ponsel seperti samsung, LG, dan HTC, produsen G1, ponsel pertama yang menggunakan sistem operasi Android.

Dengan bergabung ke dalam OHA, perusahaan-perusahaan tersebut dapat menekan ongkos prosuksi karena tak perlu membayar royalti seperti jika menggunakan Windows Mobile atau Symantec. Mereka juga mendapatkan manfaat dari pengembangan tak terbatas dengan model yang berbasis open source.

Seharusnya kita bangga jika sistem operasi terbuka Android membantu terwujudnya “ponsel Indonesia” yang benar-benar diimplementasikan oleh anak bangsa. PT Konten Indomedia Pratama yang membawahi merk IMO meluncurkan ponsel berbasis Android 1.5 berlisensi Open Handset Distribution (OHD) yang disebut IMO G900. Dengan bentuk fisik mirip BlackBerry Storm, IMO G900 tentunya bertujuan menawarkan ponsel pintar lokal dengan harga “terjangkau” sekaligus memperkenalkan Android di Indonesia. G900 dibanderol seharga IDR 2.250.000.

IMO tentunya tidak main-main menyasar pasar ini. Selanjutnya IMO berkeinginan untuk meluncurkan ponsel berbasis Android 2.0 terbaru. Sebagai informasi, baru Motorola DROID yang saat ini menggunakan versi 2.0 dan dilengkapi dengan Google Maps bernavigasi. Selain itu, bekerja sama dengan provider IM2 (dengan fitur pembayaran i-pay), IMO akan meluncurkan IMO Store untuk menyediakan aplikasi bagi ponselnya karena lisensi OHD tidak membolehkan pengaksesan Android Market melalui Google Mobile Services (GMS).

Sesungguhnya cukup sedikit informasi yang kami peroleh tentang IMO G900 ini. Hanya liputan dari media mainstream seperti Kompas-lah sumber informasinya. Bahkan di situs resminya, belum ada kolom khusus untuk G900. Berdasarkan informasi dari Kompas, spesifikasi yang diusung G900

1.layar sentuh 2.8 inci
2.prosesor Samsung S3C2448 400 MHz
3.128 MB ROM dan 128 MB RAM
4.memori eksternal microSD hingga 2GB
5.kamera QVGA CMOS 2 megapiksel
6.WiFi
7.Bluetooth
8.Baterai Li-ion 1200 mAh, waktu standby 300 jam, dan waktu bicara 4 jam

Sampai saat ini belum ada gambar-gambar lebih lanjut ataupun review tentang kehandalan IMO G900 dan Android-nya. Oh ya, seharusnya pengguna ponsel ini sudah bisa mencobai fring (dengan metode WAP) untuk panggilan menggunakan VoIP.

Setelah berminggu-minggu spekulasi, rumor, dan alpha testing dengan grup mengakses awal yang kami sangat hargai, kami akhirnya mengeluarkan fring for Android yang pertama kali!

Pengguna Android kini bisa mendapatkan fring (kami tahu Anda merindukan kami sejak sejumlah dari Anda beralih ke device Android :-)) dengan (pertama kali) VoIP gratis melalui Skype, MSN, dan Google Talk, serta melalui ratusan penyedia layanan SIP. Selain itu Anda juga dapat menikmati kehadiran real-time dan live chat dengan teman ICQ, Yahoo! dan AIM Anda. Anda juga bisa menggunakan Twitter di sini, sebagai bagian dari daftar kontak yang terintegrasi.

fring di Android bekerja di jaringan koneksi Internet 3G, GPRS, ataupun Wi-Fi.


Seperti yang sudah diinformasikan sebelumnya, akhir pekan ini kita disuguhkan oleh dua buah ponsel baru yang ditenagai oleh Android. Ponsel yang pertama adalah Motorola Droid (yang dijual melalui Verizon Wireless USA) dan Sony Ericsson Xperia X10 (sebelumnya bernamakode Rachael atau X3). Motorola Droid adalah ponsel pertama yang mengusung Android 2.0 (Eclair) dan Google Maps Navigation System.

Sony Ericsson Xperia X10 sendiri merupakan ponsel Android pertama dari vendor Jepang-Swedia. X10 menggunakan Android 1.6 (Donut) dengan enhancement di sisi media player. Diharapkan Droid dan X10 mendongkrak penjualan Motorola dan Sony Ericsson yang cukup terpuruk akhir-akhir ini (laporan keuangan tahun ini menunjukkan kerugian untuk kedua vendor ponsel ini).

Android yang berbasis CDMA sudah memiliki versi GSM-nya yang disebut Milestone. Droid ini sudah mulai dijual secara publik akhir pekan lalu dengan harga kontrak US$ 199 selama 3 tahun, sementara harga non kontraknya adalah US$ 599. X10 sendiri dikabarkan siap dijual mulai Q1 2010. Untuk informasi komprehensif tentang Droid, silakan menuju tautan berikut; sementara Anda penggemar Sony Ericsson bisa melihat-lihat X10 di sini.

Sesuai dengan lansir status Twitter di akun resminya, developer fring saat ini mencapai level beta testing untuk produk versi Android. fring mengundang 25 beta tester untuk mencobai kehandalan fring di platform yang saat ini laris manis dipinang berbagai vendor ponsel. Sebelumnya fring telah hadir di sejumlah platform, antara lain Symbian, iPhone, Windows Mobile, dan beberapa sistem native Nokia dan Sony Ericsson.

Prediksi saya pribadi, fring untuk Android akan difinalisasi pada bulan Desember atau selambat-lambatnya bulan Januari. Semoga ini merupakan berita baik bagi para pengguna setia Android. Satu-satunya yang nampaknya harus lama menunggu adalah pengguna BlackBerry.

Salah satu prediksi di tahun 2009 ini adalah munculnya ponsel-ponsel pintar berbasis Android, seiring dengan semakin tingginya spesifikasi piranti keras ponsel pintar dan kemampuan piranti lunak yang dipersenjatainya. Dua ponsel pintar yang akan segera diluncurkan dan memiliki prosesor Snapdragon 1GHz adalah Acer Liquid dan Sony Ericsson Xperia 3 (berkode nama Rachael). Satu lagi produk berbasis Android yang akan mengguncang dunia gadget adalah Verizon Droid yang dibuat oleh Motorola, yang sudah mulai menantang iPhone dengan kampanye iDon’t-nya.

Hal apa yang menarik bagi para produsen ponsel untuk menggunakan sistem operasi Android? Hal yang pasti adalah sifat open source yang diusung Android. Android sendiri merupakan sistem operasi berbasis Linux, dioptimasi untuk lingkungan mobile, dan dapat diadaptasi secara bebas oleh setiap produsen ponsel yang tergabung dalam organisasi Open Handset Alliance (OHA).

Buat saya pribadi, Android adalah pesaing terkuat iPhone yang saat ini merupakan pemimpin pasar ponsel pintar. Android didukung oleh begitu banyak produsen ponsel ternama dan semakin bertambah banyaknya aplikasi yang dibuat untuknya. Sampai saat ini, tercatat ada sekitar 10 ribuan aplikasi untuk Android. Sebagai perbandingan, saat ini tersedia lebih dari 85 ribu aplikasi di iPhone App Store.

Indosat akan membawa dua hasil karya pemenang Indosat Wireless Innovation Contest (IWIC) 2009 kategori Android Based Application ke ajang internasional.

Kedua aplikasi akan berlaga dalam ajang pengembangan program aplikasi Android oleh Conexus Mobile Alliance yang akan diadakan di Grand Ballroom, Harbour Plaza, Hong Kong pada 17 November 2009

Karya ini merupakan dua dari 13 finalis yang terpilih dari seluruh Asia Pasifik yang akan dipamerkan even bertaraf internasional tersebut. Conexus Mobile Alliance merupakan salah satu aliansi ponsel terbesar di Asia yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan roaming internasional dan layanan mobile bagi para pelanggan dari perusahaan anggota aliansi ini, termasuk Indosat.

Conexus Mobile Alliance memperkenalkan kampanye Pengembangan Program Aplikasi Android ini ke negara peserta secara merata pada Juni 2009, dalam rangka mendorong dan mempromosikan platform Android dan juga untuk menemukan pengembang Android terbaik di Asia Pasifik.


Perusahaan-perusahaan di Asia Pasifik yang turut serta ambil bagian dalam program ini antara lain Far EasTone (Taiwan), Indosat (Indonesia), KT Corporation (Korea), NTT DoCoMo (Jepang), SMART Communications (Filipina), StarHub (Singapura), dan TrueMove (Thailand).

Sebelumnya dalam ajang IWIC 2009 beberapa waktu lalu, Indosat membuka kategori Android Based Application. Pemenang kategori inilah yang akan mempresentasikan karyanya dalam Forum Aliansi Mobile Operator Regional Conexus.

"Kompetisi pengembangan aplikasi Android akan melahirkan aplikasi mobile yang inovatif dan mudah digunakan, yang dapat meningkatkan trafik data mobile di Asia Pasifik. Berbagai karya yang diajukan untuk kompetisi ini menunjukkan kemampuan dan potensi pengembangan aplikasi mobile di Indonesia dan di Asia Pasifik," kata Ketua Conexus Mobile Alliance, Dr Kaizad B Heerjee, dalam keterangannya, Senin (14/11/2009).

Kaizad yang juga Direktur dan Chief Commercial Officer Indosat menjelaskan, kriteria penilaian yang digunakan oleh semua operator dalam memilih 13 finalis ini mencakup inovasi dan orisinalitas, pengalaman yang ditawarkan kepada pengguna, potensi komersial, kepentingan konsumen, dan kemampuan program tersebut untuk digunakan masyarakat luas dalam pasar lokal. (Choi)

REFERENSI ISI BLOG

0

0 komentar:

Posting Komentar

Text

mY tWeeeeeeTT

Followers